Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nasehat

Membebaskan Diri Dari Mendzolimi diri Sendiri

Secara fisik manusia diciptakan dari saripati tanah ( QS 6: 2), bahan dari dunia ini.  Tempat kelahiran dan tempat tinggalnya pun di dunia ini sebagai bagian dari jagat raya. Wujud fisik dan performa manusia di bentuk sedemikian rupa dengan kehendak penciptanya (QS 82:8). Bukan dengan kehendak dirinya sendiri dan bukan kehendak kedua orang  tua nya, manusia tundak sepenuhnya pada sunnatullah. Selain wujud fisik dan performa terbaik tersebut, Manusia  dikaruniai potensi  ruh (QS 15: 26-31) dan akal agar dapat mengembangkan sumber daya dirinya hingga tumbuh menjadi makhluk moral yang dianugerahi kebebasan dan mampu memanfaatkan alam dan mengubahnya menjadi sarana pencapaian tujuan dan misi otentiknya. Kebebasan memilih merupakan kebebasan terpenting yang menentukan konsekuensi-konsekuensi pilihan dalam hidupnya  (QS 10:99).  Dan Islam memaknai kebebasan juga sebagai larangan manusia untuk menindas dirinya sendiri atau orang lain serta melet...

Lapang Dada

Setetes racun sianida yang jatuh ke hati yang sempit, Sesempit cangkir kopi kecil, akan meracuni seluruh jiwa raga. Setetes racun yang sama, yang jatuh ke hati yang lapang, selapang lautan, akan hilang terurai di keluasan samudra. Hati yang sempit menyimpan dendam. Hati yang lapang gampang memaafkan. Lapangkah dada Anda, Luaskan pintu maaf Anda Maka, racun kehidupan apapun, kata2 yang seberapun menyakitkan, perbuatan2 yang tidak menyenangkan, tidak akan berdampak pada Anda.

Perspektif Baru Dalam Menikmati Rizqi

Makanan lezat dapat diburu, hidangan mahal dapat dibeli. Untuk menikmati racikan seorang Chef Bintang Lima Michelin di Kota Paris, kita harus mengajukan reservasi jauh-jauh hari, dengan uang pangkal yang cukup untuk biaya hidup di Yogyakarta selama berbulan tanpa ngeri. Tapi nikmatnya makan adalah rizqi, Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi. Seorang bapak di Gunung Kidul yang mencangkul sejak pukul 07.00 pagi, di jam 10.30 didatangi sang istri. Sebuah bakul tergendong di punggungnya, dengan isi amat bersahaja. Nasi ketan bertabur parutan kelapa. Sementara cereknya berisi teh panas, wangi, sepet, kenthel, dan legi. Peluh dan lelah menggenapkan rasa nikmat di tiap suapan sang belahan jiwa. Senyum mereka tak terbeli oleh berapapun harga. Ranjang paling empuk dapat dibeli. Kamar tidur paling mewah dapat dirancang. Hotel berlayanan bintang tujuh, Burj Al 'Arab di Dubai dapat menyediakan ruang rehat dengan sewa semalam seharga membangun rumah di negeri kita. Tapi nik...

Mengelola Kecewa

Di Ji’ranah hari itu ada kecewa. Ada kebijakan Rasulullah yang tak dipahami. Ada keputusan yang disalahmengerti. Sangat manusiawi kelihatannya. Orang-orang Anshar merasa disisihkan selepas perang Hunain yang menggemparkan. Mereka telah berjuang total. Mereka berperang di sisi Rasul dengan penuh kecintaan. Tapi, harta rampasan perang lebih banyak dibagikan pada orang-orang Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya. Sementara pada mereka, seakan hanya memperoleh sisa. Padahal, semua orang tahu, sebagaimana Rasul pun juga mengetahuinya: merekalah yang berjuang dengan sepenuh iman ketika orang-orang Quraisy dan kabilah Arab itu lari tunggang langgang pada serangan pertama pasukan Malik bin Auf An-Nashry. Maka, hari itu di Ji’ranah, ada yang kasak-kusuk, ada yang memercikan api, “Demi Allah, Rasulullah saw telah bertemu kaumnya sendiri!” Kalimat itu jelas sarat kekecewaan. Hari itu juga utusan Anshar, Sa’d bin Ubadah menemui Sang Rasul. Hatinya gusar. Ia ingin segera sam...

Memilih di Diantara Dua Cinta

Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya diantara istri-istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagi kamu ..” Bisakah anda membayangkan bahwa suatu saat, istri dan anak-anak yang anda cintai, justru jadi musuh bagi anda? Mungkin. Mungkin sekali itu terjad pada siapa saja. Karena cintanya pada istri dan anak-anaknya tidak “turun” dari cinta misi, dari cintanya kepada Allah. Atau sebaliknya.  Jika cinta pada istri dan anak-anaknya tidak berhasil membawa mereka kedalam lingkaran cinta misi. Itulah tragedi dua orang Nabi dan seorang perempuan shalihah. Dengan segenap cinta dan harapan jiwanya, Nabi Nuh masih terus berusaha mempertahankan istri dan anak-anaknya ketika tsunami itu datang. Tapi tidak! Cinta misinya tidak tersambung dengan nasibnya. Begitu juga Nabi Luth. Istrinya ada dalam daftar umatnya yang dibinasakan Allah. Dan perempuan shalihah itu bernama Asia, istri seorang thaghut terbesar sepanjang sejarah, Fir'aun. Ketika cinta harus memilih, ia memilih Tuhan...

Lebih mahal dari sekedar uang

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang. Mereka tau aturan makan table manner di restoran mewah. Tapi ngga canggung makan di warteg kaki lima. Mereka sanggup beli barang barang mewah. Tapi tau mana yang keinginan dan kebutuhan. Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota. Tapi santai aja saat harus naik angkot kemana mana. Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan. Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan. Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja. Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah. Mereka ngga norak pas ketemu orang kaya. Tapi juga ngga merendahkan orang yg lebih miskin darinya. Mereka mampu beli barang barang bergengsi. Tapi sadar kalo yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas & kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan. Mereka punya.. Tapi ngga teriak kemana...

Berlari atau berjalan

Dua bulan ini, hampir setiap hari saya memberikan training di berbagai perusahaan dan di berbagai kota. Saat lelah mendera, tiba-tiba saya mendapat kiriman nasihat via Whatsapp dari guru spiritual saya. Isinya tentang kapan saatnya kita berjalan, berlari, berlomba dan bersegera. Isi pesannya saya sampaikan dibawah ini. Jamil anakku, kitab sucimu Al Qur’an sudah mengajarkan kepadamu, kapan saatnya kamu berlari dan kapan saatnya kamu berjalan. Untuk urusan kebaikan, kamu harus banyak BERLOMBA sebagaimana ada dalam surat Al Baqarah ayat 148 yang artinya, “Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat kebaikan.” Adapun untuk memohon ampunan, perintah-Nya adalah BERSEGERALAH. Lihatlah surat Al Imron ayat 133 yang artinya, “Dan BERSEGERALAH kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan menuju Surga. Maka bersegeralah bertaubat wahai anakku karena dalam ribuan langkahmu pasti ada satu atau dua langkah yang salah.” Untuk urusan taat kepada Allah perintahnya adalah BERLARILAH DEN...

Ayah selalu ada

Malam sudah larut, seorang lelaki mengetuk pintu berkali-kali, sampai beberapa menit kemudian isterinya membukakan pintu untuknya. “Anak-anak sudah tidur?” selalu kalimat itu yang ditanyakannya setiap tiba di rumah. Sudah tentu, selarut itu anak-anaknya sudah terlelap. Ia menghela nafas sejenak, kemudian langkahnya menuju kamar anak-anaknya. Duduk di tepi tempat tidur puteri sulungnya, ia merapihkan buku-buku pelajaran yang masih berserakan, mematikan laptop yang masih menyala, menggulung kabel dan menyimpannya di meja belajar. Lembut tangannya mengusap kepala puteri tidurnya itu, mengecup keningnya kemudian membalutkan selimut di tubuhnya. Beralih ia ke puteranya yang tertidur di ruang keluarga. Ia mengangkatnya untuk dipindahkan ke kamar tidurnya, “Ups, sudah semakin berat ia sekarang ya bu…”. Kembali ia duduk di tepi tempat tidur anaknya, membelai lembut pipinya sambil menghalau nyamuk yang hendak hinggap di kulit halus puteranya. Sama seperti yang i...

Rumah tanpa teriakan

1. Kita semua ingin rumah tangga layaknya surga agar penghuninya betah di dalamnya 2. Dan ketahuilah, ciri utama penduduk surga di antaranya bicara yg lembut. Tidak suka teriak atau membentak 3. Kebiasaan berteriak justru merupakan ciri penduduk neraka (qs 35:37) 4. Maka jika ada suara teriakan di dalam rumah, itu artinya suasana surga sudah berganti suasana neraka. Bahaya! 5. Sebab, kebiasaan teriak atau bicara melebihi desibel suara normal akan mengeringkan cinta 6. Sejatinya cinta adalah kelembutan. Dan tidaklah sesuatu disertai kelembutan kecuali akan memperhiasnya (Hadits) 7. Itulah kenapa bukti cinta kpd Allah diminta kita tuk berdzikir dgn suara yg lembut, tidak berteriak di hadapanNya (QS 7:205) 8. Dan kebiasaan berteriak di dalam rumah tangga sejatinya akan mengurangi rasa cinta 9. Sulit kita lihat sepasang kekasih yg dimabuk cinta berbicara sambil teriak2. Kebalikannya, mereka malah suka bisik-bisik 10. Pelan. Tapi nge-jlebb ke hati. Sebab meski tanpa suara, hati be...

Hentikan ustadz saya tidak tahan lagi...

NYES, LIAT TULISAN INI.. (mudah-mudahan diberikan jalan terbaik, apapun alasannya) Copas, gak tau darimana asalnya Tahun 2010, saya melakukan survey dengan bertanya kepada beberap perempuan bekerja. Pertanyaan saya sangat sederhana, “Bu, bagaimana perasaan ibu dengan kondisi ibu bekerja saat ini, lebih merasa cukup dengan suami saja bekerja atau merasa lebih cukup dengan ibu ikut bekerja ? •90% perempuan bekerja menjawab, “Saya merasa cukup dengan hanya suami saja yang bekerja ketimbang saat ini saya ikut bekerja.” •Para istri yang saya survei itu mengaku justru dengan dirinya bekerja, utang keluarga justru bertambah, padahal niat awalnya agar utang suami tidak bertambah parah. Dulu semua yang diinginkan selalu bisa terpenuhi tapi dengan ikut bekerja menjadi selalu kurang, tidak ada yang cukup. •Setelah para istri ini curhat tentang kondisinya, lalu saya bertanya kepada, “Ibu tahu tidak penyebab mengapa dulu saat suami ibu yang bekerja semu...

Sehelai rambut dan jubah ulama

KAPANKAH SEHELAI RAMBUT BISA LEBIH BERHARGA DARI JUBAH ULAMA? Suatu hari Imam bin Hanbal dikunjungi seorang wanita yang ingin mengadu. “Ustadz, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah lama ditinggal mati suami. Saya ini sangat miskin, sehingga untuk menghidupi anak-anak saya, saya merajut benang di malam hari, sementara siang hari saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan menyambi sebagai buruh kasar di sela waktu yang ada. Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan merajut itu saya lakukan apabila sedang terang bulan.” Imam Ahmad menyimak dengan serius penuturan ibu tadi. Perasaannya miris mendengar ceritanya yang memprihatinkan. Dia adalah seorang ulama besar yang kaya raya dan dermawan. Sebenarnya hatinya telah tergerak untuk memberi sedekah kepada wanita itu, namun ia urungkan dahulu karena wanita itu melanjutkan pengaduannya. “Pada suatu hari, ada rombongan pejabat negara berkemah di depan rumah saya. Mereka menyalakan lampu yang jumla...

Ketika tak mampu menahan beban hidup

-Khazanahalquran.com –  Seorang lelaki yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Imam Ali bin Abi tholib, ia pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.” Imam menjawab, “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah !” Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah !” “Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Imam. “Tentu tidak” jawabnya. “Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya Imam. “Tidak juga” jawabnya. Lalu Imam berkata, “Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?” “Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia.. Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat ...

Cara masuk surga sekeluarga

Bachtiar Nasir (Sekjen Miumi Pusat) 1. Coba suatu hari ingatkan seluruh anggota keluarga begini; "Kita kerjasama agar masuk surga sekeluarga yuk?" 2. Bagaimana caranya? Lihat surat Ath Thur ayat 25-26. Para penghuni Surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk Surga sekeluarga. Mau tau? 3. Ceritanya penghuni Surga saling bercengkrama berhadap-hadapan, masing-masing bertanya jawab bagaimana keluarga kalian dulu, koq bisa masuk Surga? 4. Jawabnya seragam; "Kami bisa masuk Surga karena dulu di Dunia, dikeluarga kami saling mengingatkan satu sama lain tentang siksa pedih Neraka". 5. Karenanya Visi rumah tangga orang beriman adalah: "Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa Neraka" (QS At Tahrim; 6). 6. Rumahku Surgaku, akan terjadi jika masing-masing anggota keluarga memelihara dirinya dan mengingatkan anggota keluarga lainnya dari siksa Neraka. 7. Siapa yang tak sedih jika ada salah seorg anggota keluarganya (ayah, ibu, kakak atau adik) terje...

Sumur yang tidak pernah kering

Sebuah sumur bila di timba airnya setiap hari tidak akan pernah kering, terus ada air di dalam nya.. A n e h n y a kalau dalam satu hari saja airnya  tidak di timba, ketinggian air yang ada di dalam sumur itu tidak meningkat.. Tetap saja seperti semula.. Inilah hukum alam.. Di mana di dalam alam terdapat misteri yang bertujuan untuk selalu memberi & keseimbangan.. Sesungguhnya kehidupan kita juga sama & serupa dengan sumur ini.. Pada umumnya orang berpikir bahwa jika kita memberi apa yang kita miliki pasti akan berkurang dari apa yang di miliki semula.. Tapi kalau kita mau belajar dari sumur ini, semakin banyak memberi akan semakin banyak air yang mengalir kepadanya.. Dalam hal memberi tidak harus dalam bentuk uang atau materi.. Kita bisa memberi dalam bentuk apa saja yang kita miliki.. Saat kita mengajarkan & memberi ilmu, maka dengan sendirinyac kemampuan kita akan semakin meningkat.. Yang perlu diperhatikan adalah jangan memberi karena terpaksa, jangan me...

Kopi tumpah

Ini adalah pelajaran paling berharga yang pernah diterima oleh Agate Studio. Di dunia ini kita dipisahkan oleh sebuah garis. Ada orang yang di atas garis dan ada orang yang di bawah garis. Orang-orang yang di atas garis akan melakukan Ownership, Accountibility dan Responsibility Orang-orang yang di bawah garis akan melakukan blame, excuse atau denial. Misalnya orang datang telat ke kantor, ia ditanyakan oleh bosnya “kenapa kamu telat?”  Ia akan mulai blaming “anak saya rewel” … “istri saya telat bangunin” atau excuse “kena macet di tol Cawang” – padahal tol Cawang memang tiap hari macet, excuse ini cari-cari alasan yang tidak penting, yang lebih parah “denial” … “ah enggak ah, tidak telat kok!” dia mengelak mengakui kalau dia telat. Sedangkan orang-orang yang ada di atas memiliki ownership, artinya semua yang terjadi di sekitar kita, kita terlibat untuk membuatnya menjadi lebih baik, sed...

Menjadikan hidup penuh makna

Oleh: Rochma Yulika Mengisi hidup agar bermakna Kokohkan iman pada yang kuasa Senantiasa menebar cinta untuk sesama Imam Hasan Al Banna menasihati: "Nahnu nuqattil annas bil hub, kita takhlukkan manusia dengan cinta" Dengan cinta kita raih kemuliaan Dengan cinta kita raih kemudahan Dengan cinta kita raih keberkahan Karena cinta itu energi Cinta itu menginspirasi Dan cinta itu bisa melejitkan potensi Sesiapa yang mampu mengelolah cinta di tempat yang semestinya, akan mampu menjadi pribadi-pribadi yang tak biasa Belajar mencinta dari sang Maha pencinta Senantiasa memberi tanpa meminta kembali Cinta tak mengajarkan kita lemah, namun cintalah yg mengajarkan kita semakin terarah Cinta tak mengajarkan kita tuk menghinakan diri, namun cintalah yg mengajarkan kita tentang budi pekerti Maka jagalah CINTA karena-Nya Kita akan dpt kebaikan pd akhirnya Bahwa sejatinya cinta itu memberi, mengasihi, memperjuangkan bahkan rela berkorban Mari kita sejenak menilik hati ki...

Berbangga diri

Ada 4 orang berbicara tentang a mal Ibadah mereka & kesuksesan yang didapat.  Orang 1 : Alhamdulillah, sejak sering Shalat dhuha rejeki menjadi lancar. Bisnis sukses sebentar lagi anak saya lulus SMA rencananya akan sekolah ke luar negeri. Orang 2 : Bukan main, hebat sekali, sejak naik Haji /Umroh ibadahku semakin rajin, alhamdulillah anak juga sukses, rumahnya harganya milyaran, aset bertambah, orang tua sangat bangga, berkat doa saya. Orang 3 : Masya Allah sungguh nikmat tak terkira sejak rajin puasa dan bersedekah Rezeki bagaikan sungai mengalir tidak ada putus-putusnya. Anak baru selesai kuliah diluar negeri dan jadi staff khusus mentri. Ketiga orang tersebut kemudian melirik ke arah orang ke-4 sejak tadi hanya terdiam. Salah satu bertanya kepada orang 4. “Bagaimana dirimu? Kawan mengapa diam saja?”. Orang 4 : Saya tidak sehebat kalian, jangankan kesuksesan bahkan saya tidak tahu ibadah yang saya lakukan diterima oleh Allah SWT atau tidak. Saya tahu iba...

Sedekah 100 M

Belum lama ini saya diundang untuk mengisi ceramah di salah satu masjid di Banjarmasin. Saya sungguh merasa tak pantas sebenarnya untuk berkisah di atas mimbar sementara dosa diri masihlah banyak. Saya pun tidak sesempurna yang sahabat semua bayangkan. Hanya karena Allah masih menutup segala aib saya sajalah, maka yang baik tetap nampak baik. Namun, karena permintaan ini tak sanggup untuk saya tolak karena keinginan kuat mereka untuk belajar, maka saya pun berangkat. Sesampainya di sana, saya pun mengurungkan niat untuk mengajar. Saya menyadari kekurangan ilmu diri dan kurang matangnya hidup ini. Sehingga saya pun memutuskan untuk sekedar berkisah tentang kekuatan sholat sunnah saja. Begitu amanah selesai saya tunaikan, ada seorang bapak dari salah satu jamaah yang mendekat dan memperkenalkan dirinya. Dari obrolan kami, saya jadi tahu bahwa si bapak tadi adalah seorang yang bangkrut. Paling tidak sebelum 2 tahun yang lalu. Saking bangkrutnya, selama 14 tahun terakhir, beliau tidak m...

Wahai suami

Apa yang memberatkan wahai hamba Allah! untuk tersenyum / bermuka cerah di depan isterimu ketika masuk menemuinya, agar engkau mendapat pahala dari Allah?!! Apakah yang membebanimu untuk bermuka cerah ketika engkau melihat isteri dan anak-anakmu?!! Engkau akan dapat pahala!! Apakah mengurangi kewibawaanmu wahai hamba Allah! bila engkau mengecup kening isterimu dan bermain-main dengannya?!! Apakah yang memberatkamu menyuapkan satu suapan makanan ke mulut isterimu, hingga engkau mendapat pahala karenanya?!! Apakah sulitnya apabila engkau masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan sempurna: Assalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh; hingga engkau mendapatkan 30 kebaikan?!! Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berbicara dengan perkataan yang baik kepada isterimu, agar dia meridhaimu, meskipun sedikit berbohong agar ia senang?!! Tanyakanlah tentang isterimu, tanyakanlah keadaannya ketika engkau baru masuk rumah. Aku pikir tidak mengapa dan tidaklah berat bila engkau berk...

Hidup bukan sekedar hidup

Tak perlu hura-hura jika hanya untuk bahagia. Sebab bahagia bisa dirasa meski dengan cara yang sederhana. Keindahan hidup tidak di ukur dari panjang pendeknya umur, tidak juga di ukur dari kaya miskinya orang tetapi dari bagaimana ia mengisi hidupnya. Hidup bukan tentang mendapatkan apa yang kamu inginkan, tapi tentang menghargai apa yang kamu miliki, dan sabar menanti yang akan menghampiri.. Berhenti bertanya bagaimana cara mendapatkan apa yang kamu inginkan, karena jawaban yang akan kamu temukan hanyalah BERUSAHA ! “Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” (HR Abdur- Razaq, Ibnu Hibban dan Al-Hakim) “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya...